10 Review Game Paling Kontroversial yang Pernah Diterbitkan di Internet

  • 6 min read
  • Apr 16, 2022

Review sifatnya subjektif, tetapi bukan jarang media dan jurnalis game terkesan terpaksa kerjakan merilis opininya akan game yang plonco saja dimainkan. Detik beliau memberi nilai rendah, kamu dipandang dianggap terlalu distorsi dan bukan kompeten dalam berlaku, tetapi ketika anda membagi kredit tataran, beliau dianggap telah disogok publisher ataupun sesak mudah terpukau oleh game. Takkan persaudaraan cak semau satu pun review yang boleh disetujui oleh semua pembacanya, tetapi akan selalu terserah review nan ulem kontroversi dan membuat pembacanya protes kepada kuli tinta yang menulis maupun kendaraan itu sendiri. Pada kesempatan boleh jadi ini, kami akan menggosipkan review dengan reputasi yang memadai kontroversial dari sulit dilupakan oleh netizen sebatas ketika ini.

Berikut 10 review paling kontroversial nan pernah dirilis maka itu media online:


1. Dead Cells – Filip Miucin

Menjadi pelecok satu berita terheboh pada akhirusanah kemarin, IGN menjadi objek jerkah internet usai salah satu jurnalisnya ketahun mengamalkan plagiat plong review game indie Dead Cells nan beliau tulis. Youtuber kecil – Boomstick gaming laporkan bahwa review video yang beliau buat tentang game roguelike/metroidvania yang sira buat susah erak mirip seperti review nan ditulis maka dari itu Filip Miucin. Setelah pahit lidah memang mirip, IGN diserang oleh netizen dan juga kompilasi youtuber gaming lainnya. Merespon reaksi merusak yang mereka terima, sang panitera dipecat berasal posisinya.

Filip Miucin awalnya membantah telah melakukan plagiat. Saja bantahan tersebut justru ditangkis perot selepas netizen menemukan bahwa dekat seluruh konten nan beliau tulis merupakan hasil jiplakan mau itu bersumber youtuber, diskusi forum dan sekali lagi artikel dari alat angkut enggak. Alhasil, IGN terpaksa menyetip semua kata sandang yang Miucin kekeluargaan catat di website mereka dan meminang lepas atas ketidakprofesionalan yang terjadi pada website mereka.


2. Assassin’s Creed 2 – Jim Sterling


Assassin’s Creed 2 menjadi seri unggulan oleh banyak fans, banyak yang memuji game tersebut akan open-world yang mumbung aktivitas serta perkembangan kisahan yang menggandeng. Jim Sterling nan pada saat itu masih menjadi jurnalis untuk Destructoid, tidak setuju akan kejadian tersebut. Memberikan skor 4.5/10, Sterling berpendapat bahwa Assassin’s Creed 2 terlalu dipenuhi oleh konten filler yang semakin lama semakin repetitif serta visual game dianggapnya sebagai salah satu yang terburuk pada hari tersebut.

Meskipun pendapat darinya ada benarnya secara garis lautan, review semenjak Sterling loyal dianggap terlalu
distorsi
dan terkesan disengaja agar dapat memepas banyak klik dari gamer yang emosi akan opini negatifnya. 10 tahun kemudian, banyak gamer masih tidak sejadi akan review ini.


3. The Legend of Zelda: Breath of the Wild- Jim Sterling

Dibuat oleh khalayak nan ekuivalen sebagaimana review Assassin’s Creed 2 diatas, Jim Sterling juga memberikan review nan cukup reseptif kepadalaunch title
Nintendo Switch yang rilis 2017 lalu – The Legend of Zelda: Breath of the Wild. Berbeda dengan ratusan reviewer tak yang memberikan poin sempurna, Sterling menolak buat berbuat keadaan serupa dan mengkritis berat game ini karena sistem senjata yang mengesalkan baginya. Seperti nan kamu luang, pada game ini setiap senjata dapat busuk semakin cinta digunakan, teknisi ini lampau dibenci maka dari itu Sterling karena tingkat kebinasaan senjata terjadi terlalu cepat bahkan pada senjata yang kuat. Hal tersebut baginya merusakflow
permainan dan membuat dirinya jengkel cak bagi terus mainkan game tersebut. Saja karena satu aspek tersebut, dirinya memberi skor 7/10 kepada game.

Karena skor “buruk” yang dia berikan, Jim Sterling menjadi suatu dari tiga reporter yang membuat metascore Breath of the Wild turun mulai sejak nyari contoh 98/100 menjadi 97/100, mewujudkan game
launch title
Nintendo Switch ini gagal masuk menjadi game biji metakritik terbaik no.2 bersamaan dengan Soul Calibur, Grand Theft Auto IV dan Tony Hawk’s Pro Sakter 2. Akibat review tersebut, Jim Sterling sempat menjadi bahan ejekan netizen sepanjang sejumlah ahad dan website pribadinya senggang diserang DDoS beberapa kelihatannya oleh fans yang marah.


4. Grand Theft Auto V – Carolyn Petit

Detik Grand Theft Auto V rilis, semua kendaraan samudra memasrahkan skor sempurna. Banyak pula yang menyerahkan kredit dibawah itu, tetapi review oleh Carolyn Petit mana tahu menjadi review nan paling ditolak megah oleh gamer. Memberikan skor 9/10 yang puas dasarnya skor yang dulu panjang dan timbrung akal, review dari jurnalis transgender ini menuai fitnahan maka itu netizen karena alasan mengapa ia lain menyerahkan kredit komplet layaknya media sebelah. Bagi Petit, game tidak menunjukan representasi wanita secara baik dan justru menunjukkan sosok wanita tak lain semenjak sumber konflik bikin karakter terdahulu pria di game.

Karena review ini, tak hanya respon subversif yang diterima Petit, sahaja juga ancaman dan paksaan lakukan berhenti menjadi jurnalis. Belasan petisi dirilis mudahmudahan Gamespot segera memecat dirinya karena review tersebut, tetapi Gamespot mendorong untuk menuruti aplikasi netizen. 3 waktu usai review tersebut, Carolyn Petit sreg kesannya memutuskan buat menyingkir Gamespot.


5. Pokemon Omega Ruby/Sapphire – Kallie Plagie

Sistem biji berasal IGN terkadang mengundang tanda tanya, terserah momen dimana selama review game dipuji tetapi skor akhir yang diberikan tidaklah sepositif yang dikira, dan juga sering terjadi sebaliknya. Pada kasus Pokemon Omega Ruby/Sapphire, Kallie Plagie memuji banyak aspek baru yang diperkenalkan sreg kilauan tersebut, tetapi dirinya menuliskan bahwa kelemehana terbesar berpokok game datang berbunga jumlah HM yang terlalu banyak dan lagi area nan bersisa banyak air.

Karena dua kelemahan yang dianggap konyol tersebut khususnya nan kedua, meme “too much water” menginjak lahir dan hingga kini masih menjadi bahan untuk menyindir media tersebut setiap kali memberikan review yang dipandang “buruk”.Flop
dari review ini mungkin menjadi salah suatu faktor pendorong kenapa ukuran review IGN terbaru saat ini tidak lagi munculkan skor substansial/negatif lega verdict akhir game.


6. Kane and Lynch – Jeff Gersmann

Jeff Gersmann berikan Kane and Lynch 6/10, kredit yang dipandang pantas menurut banyak gamer melihat game tersebut memang enggak mengundang kesan “wow” sesekali khususnya dengan game seperti Gears of War mutakadim dirilis. Kontroversi dibalik review ini hinggap setelah Jeff Gersmaan seketika dipecat dari Gamespot tak lama usai review game IO Interactive itu dirilis. Meskipun awalnya Gersmann tak dapat menjelaskan alasan dibalik pemecatannya dikarenakan perjanjian NDA (Non-Disclosure Agreement), namun beberapa tahun kemudian beliau akui bahwa review skor buruk berpunca Kane and Lynch menjadi alasan kontraknya diakhiri.

Sebelum rilis, Kane and Lynch dipromosikan besar-besaran oleh Gamespot. Ketika Gersmann merilis review skor buruk akan game itu, Eidos dilaporkan mengancam menghentikan kerjasamanya bersama Gamespot dalam buram pengiklanan ataupun review copy. Alhasil, Gersmann dilepas atas usaharogue
yang ia lakukan dan membentuk website baru – Giant Bomb.


7. Alien Isolation – Ryan McCafrrey

Disaat media lain memuji Alien Isolation akan gameplay lambat serta AI Xenomorph yang dibuatrandom, Ryan McCaffrey justru berpendapat lain. Berikan skor 5.9/10, baginya mayoritas berperan dihabiskan bersembunyi terbit Xenomorph dan memperalat motion tracker serta tingkah laris agresif Xenomoprh yang boleh menyerang pada saat sekadar dan dimana saja justru membuat kesal tinimbang reaksioner.

Review bermula Ryan ini seketika ditangkis oleh banyak pembaca, banyak diantara mereka berpendapat bahwa komplain dari Ryan lebih-lebih merupakan aspek yang memang disengaja dan menciptakan menjadikan Alien Isolation sangat menyeramkan untuk dimainkan. Ryan juga dianggap tidak kompeten dalam memainkan game berpunca Creative Assembly itu dan sering mati tidak seharusnya menjadi kritik destruktif momen game memang didesain menjadi menantang. Diluar dari review Ryan, Alien Isolation masih mendapatkan resepsi nan konkret dan fans tidak sabar untuk menunggu eksistensi game kedua.

8. Crash Bandicoot N.Sane Trilogy – Louise Blain

Mewujudkan remake sebuah game klasik munjung dengan resiko besar. Visceral Visions gelagatnya sadar akan hal tersebut dan tidak terlalu menyentuh fondasi yang mutakadim dibangun oleh Naughty Dog ketika mewujudkan ulang Crash Bandicoot untuk generasi mentah console. Crash Bandicoot sudah lalu berusia belasan waktu, maka gamer sudah kenal apabila game sebenarnya bukan begitu sadis untuk urusandifficulty, sekadar ada beberapa level yang memang cukup menguji kemampun
platforming-mu.

Louise Blain, adv amat review-nya menuliskan bahwa Crash Bandicoot N.Sane Trilogy sangatlah runyam, sangking sulitnya ia menganggap developer telah menyangkal Crash Bandicoot menjadi seperti Dark Souls. Tentunya kritik tersebut menjadi bahan tertawaan netizen khususnya mereka yang penggemar dari Crash Bandicoot maupun Dark Souls koteng. Risikonya, “susah kayak Dark Souls” tahu menjadi meme dan siapapun game juru berita yang mencoba membandingkan game yang ia review dengan game From Software tersebut seketika akan menjadi post di Reddit ataupun sosial media lainnya.

9. God Hand – Chris Roper

Dikembangkan maka itu Clover Studios – tim dibalik Okami dan Viewtiful Joe, dan juga disutradarai oleh Shinji Mikami – laki-laki dibalik Resident Evil dan The Evil Within, God Hand didesain ibarat game persuasi dengan jamahan yang khas. Game usungtank control
dan sekali lagi perspektif kamera layaknya Resident Evil 4, dua kombinasi yang tak lazim bakal game aksimelee
cepat begini dan reviewer dari IGN tersebut seperti itu menuduh dua aspek tersebut besar-besaran hingga memberikan angka 3/10 pada intiha review.

Netizen memandang reviewer telalu keras terhadap game ini dan dianggap tidak congah memanfaatkan sistem combat yang diperkenalkan game sebaik kali. Review ini sebatas saat ini dikenang sebagai salah suatu review terburuk IGN, sangat buruk hingga panitera lain harus menuliskan artikel “follow-up” buat menjelaskan kenapa mereka salah raksasa akan review lama tersebut.


10. Hellblade: Senua’s Sacrifice – Jim Sterling

Satu juga review dari Jim Sterling nan mengundang kontroversi, dan barangkali ini ialah game bermula Ninja Theory – Hellblade: Senua’s Sacrifice. Di momen semua wahana lain memuji game ini karena representasi penyakit jiwa nan baik, desain suara yang imersif, dan combat yang bagus supaya tak menjadi fokus, Jim Sterling justru memberi game ini rating 1/10 sekadar karena satu bug yang membuatnya tidak boleh lanjut bermain.

Ia alami bug susah nan membuatnya terus mengulang game dari nol, engkau enggak menunggu patch alias update dari developer sekali-kali selama proses review dan justru memanfaatkan platform-nya laksana tempat untuk memaki-maki Hellblade: Senua’s Sacrifice misal game rusak. Dia meminta maaf atas review bernafsu dan tidak adil tersebut sejumlah hari kemudian, dan setelah bermain game secara penuh tanpa masalah, ia meniadakan nilai dari 1/10 menjadi 6/10 yang bisa dibilang masih rendah dibandingkan poin nan diberikan mayoritas media review tidak.


Baca lagi informasi dan k
abar-kabar meruntun lainnya seputar dunia video game terbit saya, Muhammad Maulana.


Sumber: https://gamebrott.com/10-review-game-paling-kontroversial-yang-pernah-diterbitkan-di-internet

Popular:   Bocoran Informasi Terbaru Ungkap Jadwal Rilis Yae Miko dan Material Ascension di Genshin Impact 2.5