11 Game yang Selamatkan Studionya dari Gulung Tikar

  • 7 min read
  • Apr 29, 2022

Plong tiap game punya ceritanya sendiri. Terkadang game dibuat karena permohonan fans, karena keinginan sendiri, atau mungkin karena itu maksud buncit mereka bikin bangkit sekali lagi. Terkadang kita lain tahu franchise besar yang kita mainkan masa ini ini awalnya menjadi kesempatan terakhir si developer untuk enggak tinggalkan industri ini. Dan developer tersebut boleh jadi tak mengira jika game terakhir mereka inilah yang akan mengirimkan mereka dari keterpurukan menjadi perusahaan samudra.

Berikut adalah 10 game yang selamatkan developer berasal gulung kasah:


1. Final Fantasy


Kerjakan game dengan pengenalan “final”
didalamnya, game ini bukan kelihatan ada perlambang akan berakhir sekali-kali. Kini sudah lalu suka-suka 15 game terdepan dan belasan spin-off dan sub-series dari franchise ini, dan akan terus makin seiring berjalannya masa. Lalu segala apa keefektifan dibalik judul game tersebut?

Beberapa orang mengatakan game ini diberi judul demikian karena inilah game terakhir sang penyelenggara – Hironobu Sakaguchi sebelum berhenti semenjak studio game dan kembali ke ceramah. Hal tersebut benar, namun ada kisah yang lebih besar berpunca judul game ini. Square dalam kemelut finansial pada hari 1987 silam. Mereka terancam gulung tikar apabila enggak berharta perbaiki keburukan finansial tersebut. Maka desainer disana menyedang untuk buat satu game lagi yang akan jadi harapan ragil mereka lakukan kumat lagi, sebuah game turn-based RPG bertema fantasi yang diberi nama “Final Fantasy”.

Tanpa disangka, pamrih ragil mereka ini laku manis di pasar. Game terjual 400.000 piagam buat versi Famicom, dan untuk versi NES terjual hingga 700.000 salinan. Kesuksesan yang tidak diekspektasi ini membuat Square terus ciptakan JRPG dengan formula yang proporsional hingga waktu ini menjadi salah satu publisher game terbesar yang kita kenal ibarat Square Enix.


2. Spyro the Dragon

4b7f788743f6d893e41508c23dae69e7

Xtreme Games memulai perjalanan perumpamaan developer game dengan membuat game tiruan Doom bakal console Panasonic 3DO. Hal tersebut karena devkit dari 3DO tergolong murah serta Doom menjadi game paling tersohor saat itu. Sayangnya karena console tersebut tak populer dan dicap laksana keseleo satu console terburuk nan perantaraan ada, game tak terjual banyak.

Xtreme Games kemudian beralih ke console Sony Playstation dengan harapan akan panggul keuntungan yang bertambah besar, Sayangnya game mula-mula mereka di console tersebut, Disrupt, tak sukses n domestik segi penjualan walaupun dapatkan review yang memuaskan. Dengan semua game enggak bawakan keuntungan sepadan sekali, mereka memutuskan bikin buat satu game kembali. Mematamatai kesuksesan Crash Bandicoot serta demografi gamer di 90an yang lazimnya muda penggemar game platformer, Xtreme Games putuskan untuk buat game platformer
collectathon
ala
Banjo and Kazooie tapi dengan fiil ular besar – Spyro the Dragon.

Mulai sejak sini mereka menjeput keputusan lakukan berganti label menjadi Imsoniac Games. Dan karena kesuksesan Spyro the Dragon berserta 2 sekuelnya, mereka kini menjadi pelecok satu developer andalan berpokok Sony selain Naughty Dog.


3. Life is Strange

Life Is Strange episode 2

Dontnod Games tiba karir mereka dengan sebuah game action bertema scifi – Remember Me. Sayangnya game tersebut dikritik buruk, mengakibatkan penjualannya juga tak temui target mereka sewaktu-waktu. Pada ketika ini, studio Paris tersebut dihadapi krisis finansial dan terancam bangkrut. Dengan budget minim, mereka mencoba bereksperimen dengan formula  game
story driven ala Telltale Games dan ciptakan Life is Strange.

Game episodik bertema akil balig dan
time travel
ini enggak disangka dipedulikan positif oleh kritikus dan juga gamer. Game ini bahkan terima penghargaanbest story
di berbagai program penghargaan prestisius. Game kedua ini nan selamatkan mereka dari gulung kasah dan masa ini mereka akan teruskan game tersebut serentak mencoba lagi membuat game kelas bawah AAA berjudul
Vampyr.


4. Conan Exiles

maxresdefault 2

Dengan game The Park dan Lego Minifigures MMO jauh semenjak pembukaan sukses, Funcom alami krisis moneter dan harus meminjam uang dari investor untuk hindari gulung tikar. Mereka mengepas bakal buat satu game lagi yang mengikuti trend genresurvival
di Steam baru-baru ini berjudul Conan Exiles. Apabila game tersebut bukan terjual baik, maka perusahaan tersebut akan gulung lampit. Untungnya, fiturtitit slider
ini membentuk game tersebut bisa selamatkan perusahaan mereka berbunga kebangkrutan.

Dalam waktu seminggu dirilis, keuntungan yang dihasilkan dari game tersebut telah melebih modal pembuatan game dan angkanya bisa sekadar terus bertambah apabila game mutakadim keluar dariearly access. Vice presdent terbit Funcom, Lawrence Poe, melihati kesuksesan Conan Exiles ini hanya bisa mengatakan “Siapa sangka akil balig tertawa melihati burung osean bisa selamatkan perusahaan kami?”


5. Angry Birds

Loading screen

Sebelum Angry Birds, Rovio Entertainment membentuk 51 game java untuk publisher lain seperti Namco dan EA. Semuanya berjalan lancar sebatas mereka mengakhirkan untuk membuat game koteng. Rovio privat kondisi krisis dan hampir bangkrut di semula tahun 2009. Mereka terlazim kerjakan suatu game yang akan sukses di pasar. Puluhan konsep dipikirkan, setakat mereka akibatnya setuju untuk lakukan konsep mulai sejak Jaakooo Iisalo. Iisalo mengusulkan ide takhlik game tentang titit bulat kartun yang mencium kumpulan blok pernak-pernik. Ide tersebut terdengar jenius lakukan mereka.

Setelah game selesai dibuat, mereka justru ragu apakah orang akan menyenangi game tersebut. Bos dari Rovio – Niklas Hed hampir batalkan proyek tersebut secara keseluruhan karena masih meragukan game tersebut akan sukses. Namun keraguannya tersebut musnah seketika setelah melihat neneknya yang non-gamer ketagihan memainkan game cucunya hingga lupa mengecek masakannya yang telah gosong. Dari ketika tersebut, Niklas mulai optimis dan merilis game tersebut buat iOS dan Meemo puas Desember 2009. Bukan disangka, game yang luang sira ragu lakukan rilis kini menjadi keseleo satu franchise mobile terbesar, miliki satu adaptasi film dan kaprikornus sponsor di Everton.


6. Nier Automata

NieR Automata 201604 SS 2B9S 01 ONLINE.0

Platinum Games menjadi salah satu developer game action terbaik waktu ini. Tapi dibalik mahakarya mereka begitu juga Bayonetta, Vanquish, Wonderful 101, dll. Penjualannya tidak semanis review yang game tersebut dapatkan. Bayonetta 2 yang merupakan keseleo satu sekuel terbaik di era modern ini terpaksa menjadi unik WiiU karena mereka tak punya biaya selesaikan game tersebut dan hanya Nintendo yang cak hendak membiayai mereka.

Setelah pembatalan Scalebound oleh Microsoft, Platinum Games bertambah kaya dalam ketegangan moneter dan mempunyai potensi keluar dari bisnis. Untungnya Nier Automata dan Yoko Taro menjadi juru selamat studio Jepang tersebut. Hideki Kamiya ucapkan terima karunia sebesar-besarnya kepada Yoko Taro setelah Nier Automata terjual 1.5 miliun kopi secara digital. Jika cak semau pesan moral berasal kisah Platinum Games ini, pantat anime mengubah segalanya.


1471269967 1199566103

Bengkel seni yang terkenal akan The Elder Scrolls V: Skyrim dan Fallout 4 ini takkan mungkin jadi sebesar sekarang jikalau bukan karena Morrowind. Game tersebut menjadi game favorit semenjak Todd Howard karena game itulah yang selamatkan Bethesda dari waktu-periode runyam mereka.

Setelah Daggerfall, mereka internal kondisi yang reaktif pada akhir 90-an. Mereka terancam tutup setelah expansion Daggerfall yaitu Battlespire dan Redguard terjual buruk. Tak hanya disitu, game-game lain nan mereka buat selain The Elder Scrolls sebagai halnya Skynet dan The 10th Satelit jauh dari kata “laris”.

Setelah menjadi putaran dari Zenimax, Todd Howard dan timnya mulai campakkan barang apa ide mereka kerjakan The Elder Scrolls III: Morrowind. Berasal titik ini, Todd dan timnya bukan meleleh untuk bangkrut. Bagaikanall out
di game Poker, mereka taruhkan semuanya bagi Morrowind. Berbagai fitur ambisisus diciptakan untuk Morrowind, dan hasilnya memuaskan. Tak hanya Morrowind menjadi game tersukses mereka momen itu, tapi pun standar kerjakan game mereka selanjutnya.


8. Crash Bandicoot

playstation 57264 21408103876

Jam Software ditemukan lega September 1984 oleh Andy Gavin dan Jason rubin. Studio mungil ini sekadar mampu membuat game-game boncel untuk publisher yang sama kecilnya seperti mereka. Kepingin menjadi studio nan lebih osean, Jam Software berganti label menjadi Naughty Dog dan lakukan game Rings of Power bikin Sega Udara Drive. Game tersebut masin lidah seperti itu buruk maka dari itu kritikus dan sangking buruknya mereka terancam bangkrut.

Tapi Naughty Dog tak cak hendak takluk dan juga mereka bisa dikatakan “gila”. Mereka entah bagaimana boleh dapatkan ajuan menciptakan menjadikan 3 game dengan Global Interactive Studios meskipun belum terserah satu game prospektif dari mereka.

Game pertama nan mereka buat usai kooperasi ini adlaahWay of the Warrior. Sama seperti Rings of Power, game ini dibenci makanya kritikus dan gamer serta penjualannya buruk. Bersumber sini mereka tidak mau main-main sekali lagi atau mereka akan tutup studio tersebut. Mereka membelakangkan lakukan mewujudkan game paling ambisius mereka, sebuah game dengan codename “Sonic’s Ass game”. Konsep nan hadir dari kepala mereka untuk game ini adalah platformer 3D yang dimana anak komidi tak teristiadat pusing tanya kamera serta hewan maskot yang dapat kalahkan Sonic. Berpokok sinilah mereka memutuskan mengambil gameplay linear serta bandicoot sebagai tokoh utama.

Crash Bandicoot terjual 6,8 juta kopi, menjadi angka yang luar biasa lakukan mereka. Tak belaka game ini menjadi semula keberhasilan Naughty Dog, game ini juga membawa Playstation berhasil saingi Nintendo.


9. Pillars of Eternity

2830174 3158470615 Pilla

Obsidian Entertainment merupakan pelecok satu developer RPG berpembawaan yang minus diapresiasi. Mereka membentuk sekuel Star Wars: KOTOR dan Fallout New Vegas yang keduanya sekelas-sama bagus cak agar dengan proses pengembangannya yang munjung keterbatasan. Obsidian Entertainment hampir bangkrut selepas kiriman Aliens: Crucible RPG terpaksa dibatalkan. Game tersebut telah makan biaya modal studio tersebut, maka pecah itu dampak dari royemen game itu sangat luar biasa pada keuangan mereka.

Untungnya mereka diselamatkan oleh bestelan Pillars of Eternity setelah proyek tersebut diperkenalkan di Kickstarter. Dengan janji berikan Classic RPG ala Baldur’s Gate dan Planescape , Kickstarter tersebut kantongi $4,3 juta yang lebih dari target mereka nan hanya meminta $1 juta.

Kini Obsidian tak lagi menjadi sanggar nonblok yang terus-susukan kepepet dana. Mereka waktu ini sudah diakuisisi maka dari itu Microsoft dan menjadi bagian bersumber tanggungan Xbox bikin kembangkan game apapun yang mereka mau.


10. Journey

maxresdefault 3 1

Game dari Thatgamecompany ini menjadi game yang singularis disaat game mumbung kekerasan memenuhi pasar gaming. Game ini fokus dengan membuat anak bangsawan merasa kesepian dan mencari tahu misteri dibalik area yang mereka telusuri.

Proses ekspansi mulai sejak Journey tergolong momen minimum menantang bagi Thatgameofcompany. Mereka kiranya telah rilis game tersebut kian awal karena kesuntukan dana. Namun karena sang director Jenova Chen khusyuk ingin game tersebut berikan sekuritas emosional yang asing biasa ke gamer, dia teruskan pengembangan game tersebut. Banyak staff yang tak digaji akibat kekurangan dana ini. Masalah finansial yang terus menyerang studio membuat banyak staff penting nangkring dan mengimbit.

Setelah waktu tambahan cak bagi ekspansi Journey ini dilakukan, hasilnya tergolong memuaskan. 25 game penilai dibuat menangis dengan hasil akhir game, game ini menjadi best-selling di Playstation Network, menangkan Game of The Year di berbagai penghargaan mengagumkan dan Chen juga dapatkan surat berpangkal nona 15 masa yang sudah meninggal. Di akta tersebut dara tersebut menitahkan cak dapat karunia mereka telah berikan game yang sedemikian itu emosional sebelum dia menghembuskan nafas terakhir. Tanpa penundaan tersebut, semua ini belum pasti terjadi dan Chen bangga sudah lalu memilih keputusan yang benar.


11. Cuphead

REVIEW: "Cuphead" Is a Gorgeous, Brilliant New Game for Xbox One and PC

Game perdana dari Padepokan MHDR yang dibentuk 2 bersaudara Chad dan Jared Moldenhauer. Game ini menjadi
passion project

nan besar perut dikembangkan oleh kedua saudara bikin mengenang pun kenangan animasi klasik yang mereka sering tonton.

Dikembangkan berangkat dari musim 2010, kedua bersaudara tersebut memaksakan diri bakal lain memperalat teknik maju adakalanya buat aspek animasi di game dan juga background, membuat proses jauh lebih lama semenjak tipikal game 2D shooter yang ada di murahan.

Untuk memperparah keadaan, game ditargetkan berjalan plong framerate 60FPS. Sebagai perbandingan, semua kartun nan kamu tonton dengan gambar tangan dibuat dengan dimensi 24 FPS, maka Cuphead bisa dibilang membutuhkan dekat 3 siapa lipat proses batik untuk tiap animasi ingin itu dari karakter utama, musuh atau juga kepribadian yang berada di background.

Game diperlihatkan pertama kali pada tahun 2014 ke masyarakat dan mendapatkan respon yang sangat luar sahih, menunda semangan kedua saudara tersebut untuk memperbesar skala game terbit nan seharusnya saja
boss-rush
menjadi game platformer penuh dengan level tradisional dan makin banyak konten.

Semakin besar skala game, semakin dibutuhkan banyak orang apabila ingin titipan bepergian lancar, dan semakin banyak orang terkebat, semakin lautan biaya yang harus dikeluarkan. Kesudahannya, Chad dan Jared membelakangkan bakal gadaikan rumah mereka. Hal ini membukit resiko terhadap proyek ini. Cuphead harus sukses atau lain tak hanya studio mereka yang pailit, tetapi juga kehidupan pribadi mereka. Untungnya hal tersebut tidaklah terjadi karena game berhasil menerima respon baik dari gamer maupun media dan juga menerima penjualan yang lampau baik cak agar dengan tingkat kesulitan yang memancing emosi.

Kini Cuphead tak tetapi sukses di semua console game diluncurkan, tetapi juga telah mendapat serial kartu dari Netflix, sesuatu nan diimpikan oleh Chad dan Jared bikin terjadi meski memang kartun tersebut dibuat secara digital karena masalah waktu produksi.



Sumber: https://gamebrott.com/11-game-yang-selamatkan-studionya-dari-gulung-tikar

Popular:   Voice Actor Troy Baker Batalkan Kerja Sama Dirinya dengan VoiceVerseNFT dalam NFT