11 Masalah Gaming yang Untungnya Sudah Punah di Era Modern Sekarang

  • 4 min read
  • May 17, 2022

Bahkan untuk bermain game pun gamer harus dihadapi berbagai ragam masalah sendiri. Untungnya dengan perkembangan teknologi, bilang masalah tersebut sudah punah di era gaming bertamadun sekarang. Berikut adalah 10 masalah gaming yang sudah punah.

Kami sekarang telah protokoler hadir di tribune
Tiktok! Follow akun Tiktok kami di @gamebrott.com kerjakan menjumpai plural informasi serta konten-konten video menarik kami lainnya.


11. Kesulitan Berburu Game nan Ditunggu-Tunggu


Menjadi sebuah momen nan bukan meredakan momen kamu menunggu sebuah game selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun cuma di saat tahun rilis tiba, game yang engkau incar tersebut kehabisan. Kamu kunjungi semua toko game yang dapat kamu siuman dan semuanya tak terhidang.

Untungnya dengan era maju masa ini, anda bisa selalu beralih ke digital. Memang ter-hormat kalau membeli versi fisik itu makin memuaskan dan lebih kamu miliki secara langsung ketimbang sekedar data game ikut ke dalam console dan pron bila doang boleh hilang apabila server mati, tetapi plong akibatnya, game digital memberikan kenyamanan lakukan mereka yang sudah kepepet ingin main atau sekedar malas lakukan memfokus toko.

10. Mouse bola

mouse ball

Apabila kamu komplain mouse optik yang kamu pakai saat ini gak terlalu presisi, coba mainkan dengan mouse mekanikal alias sering disebut mouse bola. Mouse bola cak bagi bermain game khususnya FPS adalah impi buruk. Bola yang dipakai bakal deteksi rayapan mouse terlalu mudah kumuh dan harus dibersihkan berpokok serbuk dan benda-benda kecil lainnya. Dan jikalau dibersihkan sekali lagi terkadang masih tidak presisi pergerakannya. Mana tahu ini riuk satu alasan kenapa game first person zaman dulu miliki opsi keyboard untuk aim.


9. Harus selesaikan game dalam sekali duduk

017Contra 1280w

Kebanyakkan game era NES didesain untuk diolah sekali duduk karena keterbatasan hardware saat itu bakal fitur save. Cuma mudahmudahan game tidak terkesan cepat tamat, developer selalu membuat game menantang dan juga susah. Dengan game yang sulit ini, pasti kita tak kepingin progress kita gaib begitu doang dan harus ulang dari semula, membuat kita cak hendak harus selesaikan game tersebut dalam sekali main karena tak bisa di-save.

Beberapa developer kemudian mulai gunakan trik password misal sistem save suntuk. Sayangnya password ini sewaktu-waktu janjang minta ampun dan harus dicatat di kertas. Apabila tulisan tersebut hilang, maka hingga temu dengan progress-mu.


8. Meniup cartridge dengan harapan gamenya lancar

lUYsZol

Kembali di era NES, game sekali-kali tak mau urut-urutan alias terjadi glitch momen bermain. Solusi minimal mudah dari kelainan ini adalah mencabut cartridge game, meniupnya kuat-langgeng, dan pasang kembali dengan harapan sudah lancar kembali. Dan tentu namun, tidak 100% hal ini berakibat.

Berasal sini kita harus apresiasi Sony yang perkenalkan CD bikin menaruh file game. Kini kamu bukan perlu pun tiup-hembus cartridge disaat dia semenjana asik bermain.


7. Mencari guide/ cheat di sosi guide ataupun majalah

404788 6b7a9270 39f1 11e5 a30f e1bb49bc7260

Yup, sebelum Internet menjadi mainstream seperti kini apabila ia sesat jalan di game dia hanya punya dua opsi, cari tahu koteng hingga ketemu atau beli majalah gaming ataupun buku guide dengan intensi didalamnya menggosipkan game nan kamu mainkan.

Waktu ini, jika kamu tersesat di game, kamu cuma perlu membuka Google maupun Youtube dan mengetik kepala karangan game serta dimana letak level kamu kesasar. 99,9% akan ada orang nan menanyakan hal yang sama dan suka-suka manusia nan memberikan jawabannya nanti.Thanks, Internet.


6. Wajib CD tiap bermain dan copy protection rempong lainnya di game PC

boxes

Jikalau kamu pernah membeli game PC seperti Diablo, Warcraft, Sim City dan lainnya sebelum Steam dan DRM lain naik daun, maka kamu sempat kalau game sering mempersunting kamu masukan disc tiap bisa jadi ia mau dolan. Hal ini dilakukan agar game tidak dibajak secara online kapan itu.

Yang bertambah parahnya lagi ialah pada game PC tahun 90an dimana gunakan copy protection yang memintamu membaca buku manual. Dia sebelum mengakses level tertentu akan ditanyai sebuah cak bertanya yang jawabannya hanya akan suka-suka di intern buku manual game. Jika muslihat manualmu hilang atau rusak, ya kamu tidak bisa lanjut main.


5. Orang tua nabrak dawai controller, consolenya ikut merosot

A bunch of game controllers

Ingat detik controller console pakai benang besi? Sadar berapa boleh jadi consolemu terambau karena ada yang nabrak kabel controller ini? Saya sadar, dan semua progressmu bermain yang belum di-save hilang tiba-tiba karena insiden tersebut. Lebih parahnya juga jika console sedarun rusak karena insiden ini. Sebagai momongan kecil, amung yang bisa kita lakukan yaitu menangis 24/7 sampai console itu balik lagi.


4. Red Screen di PS2

creepypasta red screen of death by jojogape d4wyhdn

Entah kenapa jib merah di PS2 begitu berhantu bakal kebanyakan gamer saat masih kerdil tercantum saya. Padahal layar ini hanya bertuliskan “please insert disc” nan berarti disc game yang engkau masukkan tidak terbaca console atau rusak, namun tiap boleh jadi cucur ini muncul serasa “selamat datang di neraka, seberapa tangguhkah kamu?” Untungnya console sekarang tidak semengerikan ini apabila disc tidak terbaca oleh console.


3. Install patch harus manual dan dalam usap nan etis

sighfail 1

Berpenyakitan lama gamer PC sebelum Steam dan DRM bukan menjadi mainstream. Habis apabila developer merilis patch, ia harus install sendiri. Apabila kamu ketinggalan jauh cak bertanya patch ini karena alasan apapun, engkau harus cari tahu urutan yang ter-hormat dari instalasi patch. Jika salah satu gosokan namun, selamat tinggal dengan gamemu dan silahkan install ulang. Sekarang, apabila sudah ada patch baru, DRM secara otomatis akan lakukan prosesnya untukmu.


2. Tak luang apakah game yang ingin dibeli bagus atau tidak

metacritic scores

Berbeda dengan sekarang dimana kamu bisa cinta cek website gaming untuk melihat review terbit game terbaru, lewat jika engkau ingin membeli game bagaikan judi. Beliau enggak tahu game tersebut bagus atau tidak, tapi cover gamenya terlihat keren dan judulnya terdengar seru. Haruskah dibeli, atau keliling-keliling lagi nyari game yang tak?

Waktu ini, website sebagaimana Metacritic bisa menjadi pemandu apakah kamu harus membeli game tersebut maupun tidak mengawasi dari review para kuli tinta. Pendapat itu memang subjektif, saja jika 60+ orang mengesir game tersebut, ada kesempatan panjang anda juga akan menyukainya, seperti mana sebaliknya.


1. Memory card rusak/hilang

18301275 652733908259411 7696475117212259786 n

Dimulai berpunca era PS1, game harus disimpan didalam memory card. Apabila sira lain punya memory card,shame on you, progress-mu enggak bisa disimpan. Karena daya produksi memory card nan kecil ini, terkadang kamu butuh lebih terbit satu memory card. Dan sangking kebanyakannya dia bingung MC mana yang dipakai kerjakan game yang sedang kamu mainkan maupun saat ditemukan ternyata sudah rusak entah kenapa. Alhasil progress lamamu musnah begitu sana, dan camar takcamar sira harus ulang dari awal. Untungnya masalah ini sudah lalu tak terjadi juga di era gaming beradab.


Baca pula kenyataan lainnya beserta dengan pemberitaan-pemberitahuan mengganjur lainnya seputar dunia video game semenjak saya, Muhammad Maulana.

For further information and other inquiries, you can contact us via [email protected]


Sumber: https://gamebrott.com/11-masalah-gaming-yang-untungnya-sudah-punah-di-era-modern-sekarang

Popular:   10 Game Anime PC Terbaik dan Terpopuler di Dunia yang Bisa Dimainkan secara Offline Tahun 2022