12 Game Buruk yang Dibuat oleh Developer dengan Reputasi Bagus

  • 7 min read
  • Apr 22, 2022

Lain cak semau sosok nan sempurna, dan momen semua orang tidak teladan ini dikumpulkan dalam satu firma, kemungkinan pesanan yang mereka cak bagi tidak sesuai harapan sangatlah besar. Namun terkadang kesalahan tersebut terlupakan dikarenakan developer tersebut kian sering memasrahkan karya bagus daripada yang buruk. Pada kata sandang ini, kami akan menyebutkan game-game buruk yang dibuat oleh developer dengan popularitas baik. Barangkali doang mereka? Mari kita lihat doang langsung.


1. Semua game yang diterbitkan bersama Activision – Platinum Games


Platinum Games merupakan studio dibalik bilang game action terbaik nan terserah saat ini seperti Bayonetta, Vanquish, dan Logam Gear Rising: Revegeance. Mendengar bengkel seni besutan kreator Resident Evil, Okami dan Devil May Cry ini tengah kerjakan game adaptasi dari kartun populer The Legend of Korra, Transformer dan TMNT seakan menjadi kombinasi yang sempurna, wajar apabila gamer merasa optimis. Sahaja ekspektasi lain buruk perut berbuah manis. Ketiga game pembiasaan tersebut merupakan tiga game terburuk nan pernah diproduksi dari sanggar tersebut hingga detik ini.

Mulai dari gameplay repetitive, sistem combat yang tergolong bersisa simplistik, dan naratif yang dibawakan dengan cara terlalu terbelakang menjadi alasan cak kenapa game ini lain lah sesuai dengan standar kualitas nan lazimnya Platinum Games berikan n domestik beberapa tahun terakhir. Budget rendah dan waktu pengembangan yang sekilas diisukan menjadi alasan menurunnya kualitas ketiga game tersebut, hanya kita takkan koalisi sempat pasti. Untungnya Platinum Games bayar tuntas kesalahan beruntun ini dengan Nier Automata di musim kemarin.


2. Shrek – DICE

shrek screen 3

DICE yakni padepokan dibalik Battlefield dan Frostbite Engine. Ketika sira melihat nama studio asal Swedia ini, maka kamu tahu jika kamu akan dapatkan game propaganda dengan visual menawan dan juga gameplay munjung ledakan nan dapat membuat Michael Bay basahi celananya. Battlefront mungkin dapatkan resepsi buruk makanya banyak gamer, sahaja mayoritas komentar negatif akan game tersebut hadir karena monetisasi game. Ketika bicara tanya gamenya sendiri, kedua seri Battlefront jauh berusul kata buruk.

Bicara pertanyaan buruk, sebelum merilis Battlefield 1942 DICE sebelumnya  merupakan studio nan buat game dengan genre apapun dan tema apapun. Salah satu game terdahulu mereka ialah game adaptasi Shrek cak bagi Xbox dan Gamecube, dan seperti yang kamu sangkil… game tersebut jauh terbit perkenalan awal bintang lima. Plot lain seia sekata dengan film, kontrol nan buruk, serta misi nan repetitif membuat game ini menjadi game yang buruk bahkan untuk standar game adaptasi film.


3. Daikatana – Ion Storm

ss e85e7fbb0ad5453dc92f63d7485a6c3efa635d62.1920x1080 1920 KR 1

Ion Storm terlihat seperti developer PC ideal pada awalnya. Dipimpin oleh John Romero – level desainer Doom, Tali kekang Hall – Veteran dari ID Software, dan Warren Spector – perakit dari System Shock, sanggar ini tertentang mustahil dapat membuat game buruk.

Studio ini berhasil rilis sejumlah mahakarya begitu juga Deus Ex dan Thief: Deadly Shadows selama 6 hari merembah. Saja dibalik kemajuan kedua game tersebut, studio ini juga bertanggun jawab atas keseleo suatu FPS terburuk di hari 2000 – Daikatana. Okuler yang ketinggalan zaman, AI yang bermasalah, dan marketting kontroversial sebelum rilis takhlik reputasi John Romero jatuh tajam dimata penggemar Doom. Usai Daikatana, Romero masih kembangkan video game hingga detik ini, namun tak lagi kepingin menghebohkan namanya layaknya momen pengembangan Daikatana.


4. Way of the Warrior – Naughty Dog

maxresdefault 28

Cak bagi sekarang barangkali Naughty Dog tidak bisa diragukan pun internal memberikan game single-player berkualitas, akan tetapi semua kesuksesan pasti dimulai dari sesuatu. Awal keberuntungan Naughty Dog dimulai berasal Crash Bandicoot yang merupakan game nan mengepas mengkapitalisasi kepopuleran Super Mario dan Sonic the Hedgehog, semata-mata sebelum game tersebut, Naughty Dog sudah rilis beberapa game lain nan dimana salah satunya menyedang memamfaatkan kepopuleran dari Mortal Kombat.

Way of the Warrior menjadi keseleo satu game yang dimaksud dan boleh dikatakan jika game ini menjadi yang terburuk bersumber seluruh game-game awal yang dirilis oleh studio pangkal Amerika ini. Game tersebut dipuji akan visual dan animasi yang baik, akan sekadar dikritik keras akan kontrol, loading yang lama, sound effect yang tidak memuaskan, dan tertentang sama dengan bikinan murahan pecah Mortal Kombat.

Kualitas yang buruk dan dijual untuk console yang tidak laku membuat Naughty Dog terancam bangkrut di 1995. Tetapi untungnya kerja seperti mana Universal Interactive Studios privat takhlik game platformer (yang puas akhirnya menjadi Crash Bandicoot) memberikan mereka kesempatan kedua untuk setia berada di pabrik gaming.


5. Wii Music – Nintendo EAD

maxresdefault 29

Wii pada dasarnya menjadi eksperimen dari Nintendo yang ingin menyedang teknologi motion control. Memamfaatkan
gimmick
tersebut, Nintendo merilis berbagai game yang mamfaatkan teknologi tersebut sebagaimana Wii Sports, Wii Play, Wii Cegak, dan Wii Music.

Berbunga seluruh game diatas, Wii Music kali menjadi seri terburuk. Diluar dari kumpulan musik nan bagus dan penuh nostalgia Nintendo, gameplay dari Wii Music bukanlah sesuatu yang berhak disebut “fun” karena keseluruhan gameplay yang semata-mata berfokus pada menggoyangkan controller dan menekan 3 tombol. Wii Music mungkin bukanlah game dengan motion control terburuk yang pernah ada, namun game ini menjadi riuk satu contoh jika
gimmick
tidak majuh setinggi dengan “fun”.


6. Steel Battalion: Heavy Armor – From Software

2239959 vf steelbattalion ql

Satu lagi game yang mencoba memamfaatkan gimmick motion control. Belaka berlainan dengan Wii Music yang setidaknya miliki controller fisik, Steel Battalion: Heavy Armor mencoba membentuk anak bangsawan merasa congah di internal game ketika mereka tidak mencecah apapun. Jika dipikir-pikir kembali, mungkin itulah alasan raksasa mengapa Kinect dari Microsoft gagal total.

Steel Battalion: Heavy Armor dikembangkan oleh From Software, developer dibalik Armored Core, Demons’ Souls, Dark Souls dan lagi Bloodborne. Bisa dibilang jika developer satu ini lain dapat diragukan sekali lagi momen membuat game sulit, tetapi kesulitan dari Steel Batallion lain hadir dalam desain gameplay, cuma berusul kontrol Kinect yang tak berfungsi sekali-kali intern membaca pergerakkan anak komidi. Sayangnya ialah game ini dapat sekadar menjadi game yang bagus apabila anak bangsawan tidak direstriksi untuk harus gunakan Kinect. Mungkin lain seelok game-game From Software lainnya, hanya setidaknya bisa dimainkan anak komidi minus harus mewujudkan pemain tampak seperti psikopat.


7. Home Alone – Bethesda

HomeAloneNES

Bethesda mungkin menjadi salah suatu developer terbesar momen ini karena kemajuan franchise The Elder Scrolls dan Fallout nan dimana kedua franchise tersebut tawarkan gameplay adiktif, penuh konten, dan aksesbilitas modding bagi menggunung konten lebih banyak lagi. Cuma sebelum mewujudkan kedua franchise samudra tersebut, Bethesda layaknya DICE memulai bengkel seni mereka dengan pusparagam game kecil dan game adaptasi. Game adaptasi yang dimaksud ialah game orientasi berpunca film komedi perian 1990 – Home Alone.

Bagaimana kamu malar-malar boleh membuat game berbunga bioskop akan halnya anak asuh kecil yang membuat haring-perangkap Jigsaw bagi para mencolong nan mencoba memasuki rumahnya? Bethesda nada-nadanya bukan sempat jawaban dari cak bertanya tersebut dan membuat gameplay di game sekedar berbasis pada Kevin culik diri sejauh barangkali dan mengambil item bagi menyergap kedua n partner di tempat sepanjang bilang detik. Item nan dapat diambil kembali sedikit ulem tanda tanya dan fungsinya sama doang, membuat gameplay terikat enggak suka-suka taktik dan jenis kadang kala.


8. Sonic Chronicles – Bioware

Sonic Chronicles The Dark Brotherhood wallpaper

Premis dari franchise Sonic the Hedgehog ialah mengamankan level platforming dengan secepat mungkin. Namu Sega terbantah seperti mau lakukan semua yang dilakukan oleh Mario. Ketika Mario rilis Super Mario Kart, Sega ikut merilis game dengan genre serupa, ketika Mario dapatkan Mario Party, Sega meniru-niru merilis spinoff dengan genre serupa. Dan momen Nintendo kerjakan spinoff RPG dari Mario, Sega seakan “Ok, kita masuk sekadar” dan menyuruh salah satu developer RPG terbaik barat untuk lakukan tugas tersebut. Mana tahu juga nan sekata lakukan kiriman ini selain berasal developer dari Baldur’s Gate, Dragon Age, dan Mass Effect – Bioware.

Kamu mungkin merasa jika Mass Effect Andromeda ialah game terburuk dari studio ini, hanya seburuk-buruknya game tersebut, setidaknya mempunyai semacamproduction value. Sonic Chronicles secara desain kelihatan murahan danrushed
start dari segi penyajian dan gameplay. Cutscene di game terlihat sama dengan animasi flash, potrait karakter tertentang tidak konsisten, visual nan gabungkan 3D model diatas 2D background terlalu mengalih manah, dan sistem combat yang terkesan setengah matang ditambah dengan UI nan silam kecil bakal disentuh. Banyak orang siapa masih tetap menyenangi game ini hanya karena ini adalah game Sonic, namun momen dibandingkan dengan game RPG lain di DS dan malah game RPG dari Mario, Sonic Chronicles menjadi entry yang buruk.


9. Ricochet – Valve

0000000163.1920x1080

Gamer PC menyenangi Valve tak sekedar karena DOTA 2 ataupun Steam, tetapi Valve sendiri memang telah merilis beberapa game berkualitas seperti Half Life, Counter Strike, dan Team Fortress. Valve juga merupakan developer yang menjemput banyak tanya seperti mana “Kapan Half Life 3 dirilis?”, “Kapan diskon selanjutnya?”, dan “WTF is Ricochet?

Jujur sekadar, hingga sekarang saya bukan terlalu tahu game sebagai halnya apa Ricochet ini. Bahkan sehabis melihat beberapa gameplay di Youtube, saya masih mamang dan keseluruhan presumsi dari game terlihat sepertiripoff
mulai sejak Tron. Bahkan jika saya mengerti game seperti apa ini, kecil kebolehjadian peristiwa tersebut dapat memungkirkan fakta jika Ricochet merupakan eksperimen buruk semenjak Valve dan selamanya saja akan menjadi meme di mata penggemarnya.


10.  Justice League Task Force – Blizzard

maxresdefault 30

Selain berusul Valve, Blizzard menjadi perusahaan paling ikonik di PC. Telah merilis game-game legendaris seperti Diablo, Starcraft dan Warcraft, kemampuan studio ini dalam ciptakan game eksklusif PC hampir tak dapat diragukan lagi. Sebelum fokus internal genre strategy dan RPG, Blizzard sebelumnya telah merilis beberapa game dengan genre berlainan, Justice League Task Force menjadi salah satunya dan bisa jadi game terburuk nan mereka rilis selama 2 sepuluh tahun kian merembas.

Justice League Task Force mencoba mereplika gameplay pecah Street Fighter II sahaja dengan karakter-karatker terbit DC. Meskipun dugaan tersebut terdengar menyedot, hasil akhir dari game ini jauh mulai sejak ekspektasi tersebut. Animasi buruk, yuridiksi yang riber bakal keluarkan special move, dan special move itu seorang terikut plusunderwhelming
menciptakan menjadikan kritikus menerimakan rating rendah plong game satu ini. Masa ini apabila sira bertanya mengapa Blizzard tak perpautan menjejak genre fighting juga, mungkin game ini bisa menjadi jawaban sumir berpunca tanya tersebut.


11. Seluruh Game Setelah Dibeli Microsoft – Rare

sea of thieves update 1.0.8 pc xbox

Apabila engkau gamer Nintendo di era 90-an, maka kamu tahu jika Rare dulunya adalah developer nan tak bisa diragukan lagi selain dari Nintendo. Donkey Kong Country, Banjo-Kazooie, dan Conker’s Bad Fur Day setimpal-sama miliki gaya partikular idiosinkratis, platforming yang menyenangkan, budi ikonik, dan musik yangcatchy. Akan namun masa-masa indah tersebut mati setelah studio tersebut dibeli maka dari itu Microsoft.

Tak hanya mereka lain pun membuat sekuel mulai sejak franchise ikonik mereka, saja game-game yang dirilis setelah diakuisisi Microsoft jauh berpokok kualitas game-game sebelumnya saat masih bersama Nintendo. Game-game Kinect, Perfect Dark Kosong, dan Banjo Kazooie: Nuts and Bolts membuat kecewa fans lama dari Rare. Dan saat ini Sea of Thieves – game yang diklaim menjadi pesanan paling ambisius skuat tersebut, hanya menjadi game open-world mumbung dengan fetch quest yang selevel dan minim konten. Mayoritas staff pensiunan telah tinggalkan studio ini setelah diakuisisi maka itu Microsoft, dan fans mamang takdirnya masa emas Rare mungkin takkan wasilah kembali pula.


12. Fuse – Imsoniac Games

Fuse | Insomniac Games

Sejak perilisan Spyro: The Dragon, Imsoniac Games dikenal bak salah suatu developer kumpulan game
first-party
dari console Sony. Doang ada saat dimana mereka mencoba untuk beralih
multiplatform
dan berkerja seimbang dengan EA lakukan sebuah game third-person shooter fokus co-op berjudul Fuse.

Genre shooter bukanlah kali percobaan pertama semenjak Imsoniac Games. Mereka telah berpengalaman di genre ini sejak Ratchet and Clank dan pun Resistance. Maka boleh dibilang mereka mutakadim kompeten n domestik membangun game shooter nan bagus. Sayangnya game ini menjadi game nan bagi kritik enggak seperti itu fokus.

AI yang pilon bakal anak komidi solo, okuler nan generik, dan pengajuan naratif yang seakan gelisah antara mau menjadi game serius atau enggak membuat game ini menjadi game dari Imsoniac dengan performa jual dan rating yang buruk. Untungnya mereka gemuk sekali lagi jaya lagi dengan Marvel’s Spiderman dan kini telah menjadi studio resmi milik Playstation.


Baca pula embaran lainnya beserta dengan kabar-kabar meruntun lainnya selingkung marcapada video game pecah saya, Muhammad Maulana.

For further information and other inquiries, you can contact us via [email protected]


Sumber: https://gamebrott.com/12-game-buruk-buatan-developer-reputasi-bagus

Popular:   10 Game Tahun 2021 yang Paling Banyak Memborong Penghargaan