[OPINI] Auto Battler, Genre yang Kehilangan Momentum.

  • 4 min read
  • May 16, 2022

Jika berbicara game Politik, tentunya banyak yang ki memenungkan game sebagaimana Age of Empire, Civilization, X-Com, dan lebih-lebih Dota 2. Game Ketatanegaraan seorang punya banyak
subgenre
seperti 4X, Real Time Strategy, Turn-based Tactic, dan lainnya.

Kami sekarang sudah lalu stereotip hadir di platform
Tiktok! Follow akun Tiktok kami di @gamebrott.com untuk menjumpai bermacam ragam manifesto serta konten-konten video menarik kami lainnya.

Namun ada satu subgenre dari game Strategi yang tenar beberapa musim lalu dan sangat viral dalam bumi Esports yaitu Auto Battler. Genre yang memadukan Card Game dan juga Catur ini sangat digemari oleh banyak orang lega masanya.

Apa itu Auto Battler?

[OPINI] Auto Battler, Genre yang Kekeringan Pejaka. 9

Auto Battler ialah game Tactical Strategy dengan menggabungkan elemen – atom Card Game dan Pertarungan Auto. Pemain akan bertarung dengan 7 pemain bukan dalam suatu pertandingan dan akan diadu secara acak setiap rondenya.

Anak komidi dapat memperalat unit pada papan wadah mereka dan memformulasikan posisi unit tersebut. Nantinya unit tersebut akan beradu secara otomatis. Setiap anak ningrat diberikan Life Points dan akan berkurang seandainya anak bangsawan kalah saat ronde perlawanan. Pemain sandiwara nan bersikukuh ragil akan menjadi jago privat pertandingan tersebut.

Sejarah Genre Auto Battler

Pokemon Defense
[OPINI] Auto Battler, Genre yang Kehabisan Momentum. 10

Genre ini pertama sekali unjuk dalam sebuah Custom map Warcraft III dengan tanda Pokemon Defense. Dengan kepopuleran Custom map tersebut, Maka muncul game – game custom lainnya seperti Blood Tournament, Footman Frenzy, dan lainnya.

Dan lega tahun 2019, Drodo Studio berekspansi game Auto Battler sebagai Custom map kerjakan Dota 2 dengan nama Dota Auto Chess. Game Auto Battler ini menggunakan Papan dengan ukuran 8×8 mirip seperti catur dan menggunakan karakter Dota 2. Dan tentunya dengan kesuksesan game ini maka lahirlah genre plonco bernama Auto Chess.

Beda Auto Battler dan Auto Chess

Dota Auto Chess
[OPINI] Auto Battler, Genre yang Kehilangan Pejaka. 11

Auto Battler dan Auto Chess sebenarnya masih dalam satu kategori subgenre, sekadar penyebutannya berlainan karena Auto Chess memperalat papan arena sebagaimana papan catur. Sementara game Auto Battler seperti mana Hearthstone Battleground dan Super Auto Pets yang tak menggunakan papan empat lain masuk kedalam subgenre Auto Chess.

Meskipun serupa itu, seluruh game Auto Chess dapat dikategorikan sebagai Auto Battler. Sehingga banyak yang mengakuri Auto Battler sebagai sebuah genre dibanding Auto Chess.

Kesuksesan Auto Battler

Dota Auto Chess Menu
[OPINI] Auto Battler, Genre yang Kehilangan Paksa. 12

Kejayaan genre ini dimulai dari Dota Auto Chess yang merupakan game terpopuler intern Dota 2 Arcade dengan 8 juta pemain nan sudah lalu mengunduh game tersebut. Drodo kemudian memutuskan bekerja sama dengan Publisher Dragonest untuk merilis varian
Standalone
game ini bagi platform PC dan mobile.

Sebelum kerja setimpal tersebut, pihak Valve sudah berbicara dengan Drodo hanya kedua pihak bukan menemukan kesatuan hati sehingga Drodo mengidas untuk melebarkan game tersebut bersama Dragonest. Akan tetapi, kedua pihak sepakat untuk saling membantu game Auto Battler yang dikembangkan maka itu masing – masing pihak. Drodo diberi ampunan lakukan tetap memperalat aditokoh Dota 2 dengan cacat perubahan, dan Valve mengamalkan Dota Underlords dengan pertolongan saran dari Drodo.

Namun tidak lama setelah perilisan Dota Underlords, Riot games yang merupakan bendung game League of Legends mengembangkan varian Auto Battler mereka sendiri yaitu Team Fight Tactic. Tentunya TFT dengan membawa franchise LoL mendapat kemenangan unik.

Dengan adanya 2 Developer besar mengembangkan game Auto Battler serta bendung mulanya genre ini yang juga merilis game mereka pada platform mobile terlebih lewat, Genre Auto Battler menjadi genre terbaik plong perian 2019.

Hal lain yang menjadi faktor kesuksesan Auto Battler tentunya pemilahan waktu yang tepat. 2019 merupakan tahun dimana banyak anak ningrat game strategy nan erak dengan suasana genre tersebut. Dan inovasi sebagai halnya Dota Auto Chess menjadi kilangangin kincir fit untuk banyak gamer puas tahun tersebut. Pejaka tersebut menjadi salah satu faktor mengapa Auto Battler menjadi pelecok satu genre yang menghasilkan jutaan dollar.

Kekurangan Paksa?

Tft
[OPINI] Auto Battler, Genre yang Kekeringan Periang. 13

Dengan ketiga game Auto battler nan silam sukses, banyak developer nan kembali ikut mengembangkan genre tersebut. Seperti Omyoji Chess, Chess Rush, Hearthstone Battleground, Magic Chess, dan Super Auto Pets.

Sahaja persoalan dalam genre ini adalah permainan nan lewat iteratif ketika pemain telah memahami prinsip berperan secara keseluruhan. Setelah bermain selama 6 bulan – 1 tahun, banyak gamer yang berhenti bermain game ini dan memainkan game dengan genre yang bertambah menantang seperti MOBA dan Battle Royale.

Graph Tft
[OPINI] Auto Battler, Genre nan Kehilangan Momentum. 14

Kerangka diatas merupakan grafik popularitas dari Team Fight Tactic di Twitch. Dari grafik tersebut, dapat dilihat bahwa kepopularitas Auto Battler memang berada plong 2019 – 2021. Semata-mata eskalasi puas diagram tersebut hanya detik TFT memasrahkan update segara saja. Sehabis itu, kepopulerannya kembali menurun.

Tidak cuma itu saja, pasar game Auto Battler yang terlalu jenuh dengan banyak judul yang hadir membuat banyak anak komidi terpecah dan kembali sreg franchise favorit mereka. Contohnya gamer indonesia yang mayoritas memainkan Mobile Legends tentunya akan memainkan Magic Chess karena berpunya dalam satu game yang setinggi. Seperti Dota Auto Chess, anak tonsil yang bosan tentunya akan mengejar custom map bukan nan lebih seru atau kembali bermain mode standar Dota 2.

Semakin berkurangnya Turnamen besar dan sah pada game – game Auto Battler juga menjadi faktor penting keberlangsungan genre ini. MOBA, FPS, dan Battle Royale memiliki turnamen besar dan stereotip yang banyak, provisional itu Auto Battler memiliki banyak turnamen hanya pada masa jayanya sekadar. Bisa dilihat pada tahun 2021, enggak semacam itu banyak turnamen nan terdengar untuk genre game ini.

Musim Depan Auto Battler

Com.tencent.godgame Topbanner1
[OPINI] Auto Battler, Genre yang Kehilangan Momentum. 15

Misal koteng
Content Creator
Auto Battler sendiri, penulis sangat menyayangkan kondisi genre ini. Banyak
Content Creator
lain yang mengalami penghamburan penonton dibanding tahun sebelumnya. Memang, Fans setia genre ini karuan akan tetap berperan dan juga menonton konten nan berhubungan dengan Auto Battler. Doang dengan turunnya minat para anak tonsil untuk memainkan game ini, para Content Creator lagi akibatnya memilih cak bagi berpindah memainkan genre bukan sepatutnya tetap bersiteguh.

Dengan berkurangnya Content Creator, maka akan berkurang juga minat favorit anak komidi baru untuk memainkan game – game Auto Battler tersebut. Dan dengan berkurangnya anak komidi baru, maka kemasyhuran genre ini kembali akan semakin redup.

Peristiwa ini bisa dilihat seperti Chess Rush nan baru – baru ini mengiklankan penutupan game mereka. Barangkali kedepannya, bisa saja game – game Auto Battler lain kembali akan menutup game mereka karena turunnya kepopuleran genre ini.

Di sebelah tak, mutakadim mulai banyak developer nan berekspansi genre Auto Battler dengan racikan mereka sendiri, seperti Hearthstone Battleground yang memperalat konsep Card game mereka dengan bumbu Auto Battler, serta Super Auto Pets yang juga menggunakan Fauna – Binatang menggelikan dalam permainan mereka. Hendaknya belaka genre ini mendapatkan kejayaannya lagi di masa yang akan cak bertengger!


Baca juga informasi menarik lainnya terkait Game Android atau artikel lainnya semenjak Javier Ferdano. For further information and other inquiries, you can contact us via [email protected]


Sumber: https://gamebrott.com/opini-auto-battler-genre-yang-kehilangan-momentum

Popular:   Ayo Ambil! Inilah Trik Gacha Gratis Mendapatkan 21 Free Pack di Yu-Gi-Oh Master Duel!