[OPINI] Membahas Chip Shortage, Benar-Benar Terjadi, atau Hanya Dibuat-Buat?

  • 7 min read
  • Apr 30, 2022

Lain terasa mutakadim beberapa tahun ini kita
gamers
dan
content creators, dibuat kepayahan kerjakan mendapatkan sebuah
graphic processing unit
(GPU). Seperti yang kita ketahui, hal tersebut sopan-benar terjadi di lapangan saat ini, privat rasio nasional, dan tentunya internasional.

Samudra kemungkinan bahwa pandemi ini serius menunggak produksi onderdil tersebut secara lugu, menjadikannya tak bisa diproduksi sedia kala. Malah ini adalah sebuah pabrikan, di mana mereka yang memproduksi suku cadang tersebut, kepingin enggak mau harus menunduk sreg aturan pemerintah.

Ditambah tren dari
cryptocurrency
yang saat ini makin menjadi, menambah PR bikin produsen kerjakan boleh seimbangi
supply-and-demand
nan kian bukan sehat tersebut. Adalah
chip shortage, alias kelangkaan
chip
nan akan penyalin selidik pada kesempatan kali ini, tentunya dengan perspektif sendiri.

Nah buat
brott
yang penasaran dengan kegabutan sang penulis, yuk kita simak sampai terlampau!

Perlu diperhatikan bahwa tulisan ini sewaktu-waktu bukan berniat buat sindir alias mencerca pihak manapun, serius. Silahkan nikmati
point of view
dari juru tulis di periode Jumat nan penuh berkah ini, dan agar menghibur harimu.

Kenapa Terjadi Chip Shortage?


Dunia, tercantum Indonesia sedang dibuat terik dengan adanya pandemi COVID-19. Suka atau tidak, doang efek dari wabah ini ternyata berhasil putuskan rantai produksi dan peredaran jadi lebur berantakan. Distribusi stok yang telah di
planning
jauh-jauh tahun, harus tunduk berkat endemi nan tampaknya belum akan bererak kerumahtanggaan perian sanding.

Tidak teristiadat jauh-jauh kaitkan dengan pabrikan luar. Di tanah air sendiri, mereka yang mengejar uang dengan berkreasi di pabrik terkena imbasnya loh,
brott. Dempang seluruh pabrik di bidang apapun betul-betul tertimpa dampak dari aturan pemerintah bakal atasi pandemi nan tampaknya belum tampak akhirnya.

Ditambah tren
cryptomining
yang puas akhir periode 2020 silam yang kembali populer, jadikan para ‘pemain’ kerjakan kembali tekuni aktivitas tersebut.

Tidaklah satu dua bani adam yang berpikiran bahwa mencari cuan di saat pandemi ini semudah lalu kala. Oleh karenanya, berbekal persen stok nan tersisa, mereka memberangsangkan diri untuk investasikan semuanya pada
mining rig
kerumahtanggaan besaran tak sedikit.

Bukannya sedikit GPU nan dibeli oleh para
miners, melainkan dalam total lusinan, bahkan ratusan hanya demi mengamankan jaring-jaring moneter di masa pandemi.

Dampak dari Chip Shortage

Spongebob Chip Shortage

Berbicara
chip shortage, sudah barang tentu para
gamers
dan
content creators
sudah muak, bahkan buat membahasnya. Ini benar-benar dikarenakan komponen tersebut berkepanjangan jauh semenjak harga yang sebenarnya alias MSRP, yang merupakan akronim
manufacturer’s suggested retail price.

Yang pasti, pandemi berakibat paksa orang-hamba allah yang dulu aktif dan sering nongkrong, menjadi sesosok yang makin
doyan
lihat-lihatan dengan layar. Dampaknya, pasti tak sedikit mereka harus mencari pemenuhan bakal menekan keinginan kerjakan beraktivitas di luar rumah, enggak?

Pasti, menjadi
gamers
dan
content creator, walau enggak terlalu ingin atau suka, menjadi solusi cepat dan pahit lidah efektif. Mereka nan dulunya bukanlah seorang
gamers
dan
content creator, kini dipaksa harus makin dekat dengan
gadget
atau mencari aktivitas lainnya.

Mau tak mau mereka yang dituntut
work from home
atau
school from home, haruslah miliki perangkat cukup mumpuni. Selain doang sekedar
meeting online, entah dengan Zoom atau Google Meet, mereka untuk kembali bosan kerumahtanggaan hitungan detik. Semua tentu karena apapun dilakukan dari apartemen, atau
from home. Ekuivalen sekali tidak ada interaksi berarti.

Popular:   11 Masalah Gaming yang Untungnya Sudah Punah di Era Modern Sekarang

Tidak butuh waktu lama, dicarilah bermacam aktivitas untuk mengisi waktu seperti memainkan
games
dan belajar selingkung
content creation.

Bila mereka sebelumnya memadai
up-to-date
dengan urut-urutan bumi komputer maupun
gadget, terserah peluang spesifikasi yang ada masih mencukupi. Namun, bagaimana dengan mereka yang justru enggak miliki komputer jinjing ataupun gadget kelas
gaming
atau
creator
sebelumnya? Sudah produk tentu mereka harus ‘balapan’ dengan
miners, bukan?

Dan dimulailah era di mana
chip shortage
sopan-etis berlangsung. Ikut-ikutan karena hanya butuh saat ini sahaja? Tidak bijak rasanya bila kita katakan demikian, karena epidemi yang terjadi merupakan sesuatu yang bukan disangka.

Sampai pada saatnya musim bersirkulasi, dan dunia menunjukkan kesiapannya hadapi pandemi ini.

Waktu Berpulang

Gpu Amd Rx5500xt

Awal masa 2020 memang adalah masa-masa yang sangat sulit, karena seluruh manjapada momen itu memang belum sungguh-sungguh siap lakukan hadapinya. Banyak sekali kasus nan terjadi di seluruh dunia, dan bernasib baik penulis dan
brott
semua masih diberi kesempatan hingga detik ini.

Waktu berlalu, dan bermartabat-sopan tak terasa kita sudah berpapakan dengan awal tahun 2021. Dabir merasa bahwa waktu 2021 agar sudah lalu mulai membaik, namun ternyata tidak.

Dampak dari
chip shortage
masih saja betul-betul terasa, justru hingga karangan ini mengudara. Strategi di sana-sini yang digalakkan, bahkan seimbang marcapada ternyata tak serta-merta makmur pasrah nafas untuk mendapatkan GPU idaman.

Sama halnya dengan banyaknya isu bermunculan yang katakan bahwa pasokan GPU akan start ‘aman’ pada pertengahan waktu silam. Faktanya?
Bullshit, cakap angin. Buktinya, pada saat itu harga GPU benar-bermoral tak ada etiket penurunan berarti, apalagi justru makin meroket.

Buat
gamers
dan
content creator
yang kebetulan mutakadim habis rasa sabarnya, tentu mereka lebih rela campakkan premium demi GPU idaman. Semata-mata, bagaimana dengan mereka-mereka yang lain memiliki
privillege
bagi lakukan hal tersebut? Alas kata ‘panjang hati’ dengan
punchline
‘semua akan manis pada saatnya’ tampakknya tak boleh menjadi obat pelipur lara.

Mereka dihadapkan dengan dua pilihan, menanti sesuatu nan tak pasti, alias menggaji lebih bikin berantas kebosanan di masa pandemi ini.

Apakah Chip Shortage Sungguh-sungguh Terjadi?

Stonk Chip Shortage

Ambillah, masuk ke pembahasan yang mungkin kalian belakang hari-nanti, apakah
chip shortage
benar-benar konkret terjadi alias hanya bohongbohongan di tahun pandemi.

Sama halnya dengan pabrikan atau manufaktur. Tak menutup kemungkinan bahwa mereka hanya sekedar ‘menginformasikan’ bahwa harga GPU A ada di kisaran sekian hanyalah setakat ‘ilustrasi’ semata.

Seandainya boleh jujur, penyalin di sini katakan bahwa
chip shortage
hanyalah akal bulus-akalan para distributor bagi mencari cuan di masa pandemi.

Gimana dengan roh
gamers
dan
content creator
nan ampunan, kurang mampu? Distributor mah bodo amat, toh
miners
cak hendak-mau aja beli GPU mereka dengan harga mahal, kenapa mereka malah harus obral?

Wajib Bundle Prosesor
Prosesor kentang doang napa pake
bundle
segala dah

Lain luput dengan banyak sekali
bullshit
yang harus dibeli, pelecok satunya merupakan
bundling. Gimana
brott, apakah kita mendalam harus membeli GPU nan sepaket dengan prosesor dan
motherboard
bila kita sudah miliki komputer jinjing sebelumnya? Atau apakah kita harus membeli GPU yang dipasangkan dengan
power supply
nan takkan kita gunakan nantinya?

Popular:   7 Fakta Menarik Rosaria di Genshin Impact, Karakter Dingin yang Bikin Gamer Pria Tobat Dihadapannya

Tentu mudah. MUDAH SEKALI bila suka-suka nan katakan bahwa konsumen alias pembeli bisa menjualnya suku cadang tak berguna tersebut kepada orang enggak nantinya. Tidak terniat berapa musim tersita HANYA DEMI menjual SATU komponen nan seolah dicekoki distributor demi mendapat cuan di masa pandemi.

Satu hal nan meruntun, bila distributor Moralistis-Moralistis dipaksa lakukan membeli pasokan secara
bundling, lantas apakah
chip shortage
ini adalah nyata? Penulis tidak merasa demikian.

Mungkin bila dilihat mulai sejak sudut pandang ekonomi hal ini diperlukan untuk teguh menghidupi si manufaktur alias industri itu sendiri. Sayangnya, dalih
chip shortage
ini rasanya mendalam TAK PANTAS, sampai-sampai memaksa khalayak gempita untuk membeli komponen tertentu secara
bundling, tak?

Enggak Hanya GPU nan Dimainkan

Komputer Pc Bundling

Fakta menarik lainnya yakni ternyata tak sahaja GPU yang bisa dimainkan dengan buat
bundling
demi mendapatkan harga murah. Di antaranya adalah prosesor yang miliki
integrated graphics
alias
accelerated processing unit
(APU) dari kubu merah yang serentak dihinggapi imbasnya.

Kalau boleh minus
out-of-topic, pencatat memang ada bagan bikin membeli APU papan bawah
low-end
untuk
build
Asrock X300, yaitu Athlon 3000G. Sayangnya, untuk mendapatkan APU tersebut, dabir harus menyeluk kocek lebih dalam doang demi mendapatkan harga ‘normal’.

Bermoral, prosesor tersebut memang
affordable
bila dibeli secara
bundle. Namun, apakah pantas bila ‘pasokan lama’ yang belum terkena embel-embel ‘kelangkaan’ serta-merta berikan dampaknya mujur besarnya
demand
nan suka-suka? Oke, bila hal tersebut memang boleh dilakukan, sambut kasih atas ‘permainannya’, semoga harimu menyenangkan.

Hal ini seolah memaksa penulis untuk katakan ‘mending’ membeli
flagship
APU zaman now, AMD Ryzen 7 5700G sekalian. Uniknya, prosesor sebanding
flagship
tersebut bahkan tidak terkena dampak sama sekali.

Mulai sejak sini dapat diartikan bahwa distributor seolah ‘menekan’ mereka yang mencari alternatif prosesor murah maupun kerennya,
budget-friendly. Kalau boleh jujur, saat ini penulis hanya boleh rekomendasikan prosesor yang harganya berbanding lurus dengan performa. Pun tidak ada pilihan atau alternatif tak, rasanya paksa renggut prosesor
low-end
tadi malah buat nyesek.

Oke, bila semua distributor asumsikan bahwa semua yang ingin merakit komputer jinjing belum miliki komputer sebelumnya, tentu mereka sudah lalu keseleo besar. Gak adv minim kok, sosok nan menekuni mayapada komputer jinjing, termasuk carik, yang sudah miliki komputer dengan perangkat mumpuni sebelumnya.

Tentu akan dulu lucu bila kita masih sekadar dipaksa untuk memiliki suku cadang yang malah tak kita butuhkan, tak? Jangan lupa, bila memang kita mengalami
chip shortage, kenapa malah GPU sederajat RX6500XT dan RTX3050 lebih-lebih rilis? Hebatnya, rilis dengan harga ‘msrp’ dan bonus
bundling
lagi. Sopan-benar sebuah ‘permainan’ yang mengelakkan, setidaknya menurut penyalin.

Perbuatan Miners atau Scalpers?

Cryptominers 2022

Pertama jelas karena
miners.

Sesungguhnya mau nyalahin
miners
teragendakan cukup rumit, karena mereka seimbang-sama gunakan modal cak bagi milikinya. Namun, di ketika yang sama, justru karena ulah mereka lah
gamers
dan
content creator
jadi kepayahan untuk memiliki GPU idaman. Tak ada nan melarang, hanya sekadar caranya kurang tepat.

Kalau memang punya modal layak ki akbar, bukankah kian baik untuk memborong Antminer nan notabene tawarkan fungsi serupa? Dalih ‘curi mulai’ alias ‘mengamankan bagian’ tidaklah relevan, karena apalagi karena
miners
lah sebagian segara stok GPU dihabiskan.

Penimbun Alias Scalper

Kedua, tidak lain dan tidak bukan adalah pelecok penumpuk alias
scalpers.

Di sini, perekam kadang kala bukan menyalahkan ‘tata pendirian’ turunan-hamba allah dalam menjalankan sebuah bisnis, termuat tindan GPU. Biasanya para
scalpers
ini adalah manusia-bani adam yang ‘kebetulan’ miliki dana kian demi mendapatkan cuan dengan tindan GPU. Lucunya, ada yang
flexing
bahwa ini adalah ‘insight’
berbisnis, sayangnya
it’s another bullshit.

Ketimbang menyengsarakan orang yang serius membutuhkan sebuah GPU, bukankah kian baik mereka yang ‘kebal’ berbisnis ini investasikan ke hal l ain? Dalih ‘ingin membujur cuan’ di perian pandemi selayaknya tidaklah salah.

Popular:   Rumor Hidetaka Miyazaki dan FromSoftware sedang Membuat Game Armored Core Terbaru

Namun, semuanya akan menjadi runyam bila kita kebanyakan orang ‘pintar’ yang bertujuan menambun demi khasiat pribadi.
It’s not cool,
brott.

Adanya Potensi Permainan atau Dibuat-Untuk?

Kelangkaan Chip Gpu

Berdasarkan pengamatan pribadi dari juru tulis, potensi permainan ataupun dibuat-buat sudah lalu tentu ada. Dengan bermacam alasan yang membentuk seolah-olah sejumlah pihak menjadi ‘alamat’ karuan mutakadim sepan sering ditemui, bukan?

Mungkin ini adalah siasat dagang, sayangnya kaidah begitu juga ini tidaklah etis buat dilakukan.

Kalau penulis bisa berlembar-lembar, mana cak semau perusahaan yang mau jual produknya dengan harga murah sekiranya bisa dijual mahal? Firma itu bukanlah teman, sahabat, atau anak bini yang siap mendengarkan erang kesahmu. Rasanya, dari sangat tidak ada nan namanya ‘rival’ bila sudah berkata uang.

Proporsional halnya dengan
bundling
yang telah eneg rasanya dabir temukan di pasaran. Tinimbang mengerasi pemakai untuk beli
bundle
nan tiada manfaat pun faedahnya, bukankah kian baik mencari solusi tidak nan lebih nyata?

Segala nan Harus Kita Bikin?

Cryptocurrency Bitcoin
Dahlah, beli Antminer ato Bitmain cak agar gak merugikan banyak turunan

Seandainya dapat jujur,
literally nothing,
at least for now. Menunggu
cryptocurrency
anjlok pun membutuhkan tahun yang tidaklah selintas.

Satu saran mulai sejak perekam, nikmati kemampuan perangkat yang sedang kamu gunakan saat ini, suka atau tidak. Kendati nilai
bitcoin
ketika ini sudah sedikit ambruk bukit, namun pelir musim nan tidak sebentar karena toko-toko tentu akan merugi. Sayangnya, kita umpama pemakai tentu bisa berbicara uang juga kan? Yah, selamat mengonggokkan aja sih.

Rilisnya GPU yunior dari kubu biram pun rasanya tak terlalu banyak membantu. Yah, harganya yang cukup ‘murah’ sebenarnya oke, namun spesifikasinya yang sampah nada-nadanya benar-benar tak dapat ditolerir. Mulai dari total
bandwidth, fitur yang dipangkas, takhlik GPU bau kencur ini jadinya hanya untuk menambah cuan yang sudah ada.

Verdict

Bersumber sini, dapat kita simpulkan bahwa rasanya
chip shortage
ini kemungkinan hanyalah bohong-bohongan dari suatu pihak, setidaknya menurut pandangan katib. Apakah kalian pernah membayangkan berapa banyak keuntungan dengan aksi menumpuk atau
bundling
yang dilakukan?

Tanggal terbit semua pendapat yang diutarakan oleh penulis, mungkin ada benarnya bahwa endemi masih berbuntut plong produksi onderdil. Termasuk di antaranya membludaknya permintaan terhadap perangkat komputer maupun laptop yang ikut menyumbang ‘kelangkaan’ tersebut.

Gimana menurut kalian,
brott? Apakah ada uneg-uneg nan belum tersampaikan lalui goresan ini?


Baca juga wara-wara menarik lainnya terkait Tech atau artikel lainnya dari Bima. For further information and other inquiries, you can contact us via [email protected]


Sumber: https://gamebrott.com/opini-membahas-chip-shortage-benar-benar-terjadi-atau-hanya-dibuat-buat